ASI Eksklusif Ternyata Bisa Mengurangi Risiko Menopause Dini, Lho!

ASI Eksklusif Ternyata Bisa Mengurangi Risiko Menopause Dini, Lho!

February, 24 2020 | Regina | BREASTFEEDING

Gerakan dukung ASI eksklusif yang digalakkan Pemerintah memang membawa banyak manfaat. Bukan hanya untuk bayi, tapi juga untuk ibundanya. Dengan melaksanakan ASI eksklusif selama 6 bulan, Bunda bisa menjamin asupan nutrisi terbaik untuk tubuh si Kecil di awal kehidupannya. Menurut para ahli, ASI eksklusif akan lebih baik jika dilanjutkan hingga usia bayi dua tahun. 

Namun, acapkali Bunda mengalami tantangan dalam memberikan ASI eksklusif pada si Kecil seperti ASI ibu yang kurang lancar. Kondisi ASI ibu kurang lancar bisa disebabkan oleh beberapa kondisi seperti stres, nutrisi yang kurang, hingga kondisi fisik yang kurang fit. Asifit pun hadir sebagai solusi untuk mengatasi ASI ibu kurang lancar

Sudah bertahun-tahun, Asifit dikenal sebagai booster alami yang mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas ASI. Kandungan ekstrak daun katuk alami dalam Asifit memang sudah teruji secara klinis mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas ASI. Selain itu, Kimia Farma sebagai produsen Asifit juga menambahkan komposisi Asifit dengan vitamin B kompleks (B1, B2, B6 dan B12) untuk menjaga kebugaran tubuh selama ibu menyusui. 

Sehingga Asifit bisa menjadi solusi tepat untuk jadi teman terbaik Bunda dalam dukung ASI eksklusif pada si Kecil. Untuk para Bunda yang saat ini merasa ASI kurang lancar, jangan lantas patah semangat, ya! Tetaplah memberikan yang terbaik untuk si Kecil dengan ASI eksklusif selama enam bulan. 

Sstttt…. Tahukah Bunda, ternyata ASI eksklusif mampu mengurangi risiko menopause dini, lho! Menurut penelitian dari University of Massachusetts Amherst, wanita yang menyusui bayinya minimal 7-12 bulan ternyata memiliki risiko menopause dini yang lebih kecil ketimbang wanita yang hanya menyusui bayinya kurang dari satu bulan saja. 

"Hasil studi memberikan bukti terkuat sampai saat ini bahwa menyusui eksklusif dapat mengurangi risiko menopause dini," kata Dr Lisa Halvorson.

The New York Times juga merilis data jika wanita yang memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan memiliki risiko 5% lebih kecil menopause dini, lalu jika menyusui dilanjut hingga 7-12 bulan risiko menopause dini akan lebih kecil sebesar 28%. 

Proses kehamilan dan menyusui memang membuat kondisi tubuh berhenti berovulasi,  yang lantas membuat risiko menopause dini semakin kecil. Namun, menurut dr Christine R. Langton dari University of Massachusetts Amherst masih ada banyak kemungkinan lain yang menyebabkan menopause dini terjadi. 

“Ada banyak faktor gaya hidup yang bisa menentukan usia menopause. Tapi risiko berbeda ketika kamu punya anak dan menyusui memiliki berbagai manfaat untuk ibu dan bayi,” ungkap dr Christine. 

So, Bunda jangan ragu lagi untuk dukung ASI eksklusif selama 6 bulan, ya! Dan, sertakan selalu Asifit ke mana pun Bunda pergi karena manfaatnya yang bisa mengatasi ASI ibu kurang lancar. Selamat mengASIhi, ya, Bun!