Pahami Jenis Puting Agar Bayi Tidak Tersedak Saat Menyusui

Pahami Jenis Puting Agar Bayi Tidak Tersedak Saat Menyusui

December, 19 2019 | Regina | PREGNANCY

Memasuki fase menyusui, Bunda memang menjadi picky tentang segala hal terkait menyusui. Seperti hal bagaimana cara menyusui bayi agar tidak tersedak yang sesuai bentuk payudara serta puting Bunda. 

Yang perlu Bunda pahami, posisi menyusui sangat perlu diperhatikan agar bayi tidak tersedak (Cek artikel tentang posisi menyusui di sini). Dan, hal itu tidak bergantung pada bentuk puting Bunda. Pun halnya dengan kualitas dan kuantitas produksi ASI yang tidak ada kaitannya dengan bentuk payudara Bunda. 

Justru Bunda harus lebih memperhatikan pola makan serta nutrisi dari makanan yang Bunda konsumsi. Manfaat ekstrak daun katuk sudah terkenal mampu meningkatkan produksi dan memperlancar ASI. Hal itu pula yang menjadi komposisi Asifit, dengan tambahan vitamin B kompleks (B1, B2, B6, dan B12) untuk menjaga kebugaran tubuh saat menyusui. 

Komposisi Asifit yang alami membuat suplemen produksi Kimia Farma ini sangat aman untuk dikonsumsi dalam masa menyusui. Bahkan, saat trimester akhir kehamilan Asifit sudah boleh dikonsumsi rutin agar ASI senantiasa lancar dan kualitas ASI baik usai melahirkan. 

Kendati tak ada kaitannya antara bentuk payudara dan puting dengan cara menyusui bayi agar tidak tersedak, tak ada salahnya untuk Bunda mengetahui tiga jenis puting. Yuk, simak ulasannya!

  1. Normal

Puting jenis ini memiliki ciri keseluruhan menonjol terlihat ke atas. Adapun letak dari puting yaitu beberapa milimeter dari areola (daerah melingkar sekitar puting). Puting akan cenderung lebih tegang dan mengeras apabila mendapat rangsangan suhu atau seksual. 

Sejumlah opini berkembang, jika pemilik puting normal akan mudah untuk menyusui dan bayi jarang tersedak saat menyusui karena bayi dapat melekatkan mulut sempurna. Namun ternyata, pada bayi prematur akan lebih sulit. 

  1. Flat

Puting rata atau flat nipple memiliki penampakan yang hampir rata dengan areola. Jika puting normal akan menonjol dan mengeras ketika diberi stimulasi dan rangsangan, maka tidak dengan puting rata. 

Bagi Bunda yang masih dalam masa persiapan menyusui, tak ada ada salahnya untuk mencari-cari alat pumping dari sekarang. Karena jika Bunda memiliki puting rata, Bunda disarankan untuk memakai alat pumping untuk menarik puting keluar. 

  1. Masuk ke dalam (inverted)

Jenis puting yang terakhir yaitu masuk ke dalam dan cenderung tidak timbul. Jenis puting seperti ini tidak hanya disebut mudah bikin bayi tersedak saat menyusu, bahkan bisa membuat kesulitan menyusu. 

Eitss, ternyata hal itu tidak sepenuhnya benar, Bun. Menurut Jack Newman dalam bukunya The Ultimate Breastfeeding Book of Answer, jenis puting masuk tidak akan terlalu masuk dalam masa menyusui. Isapan bayi membantu puting untuk sedikit keluar. Seperti halnya puting rata, jenis puting masuk ke dalam juga membutuhkan pompa ASI untuk membantunya keluar. 


Nah, itu dia Bun, tiga jenis puting payudara. Seperti yang disebutkan di atas, bentuk payudara dan puting tidak akan berpengaruh terhadap kuantitas dan kualitas ASI, serta bayi mudah tersedak saat menyusui

Sebab, menyusui yang terpenting adalah kondisi psikis yang ibu yang bahagia serta asupan nutrisi yang baik. Jangan lupa untuk selalu menyelipkan konsumsi vitamin pelancar ASI, Asifit, yang mengandung manfaat ekstrak daun katuk alami serta vitamin B kompleks (B1, B2, B6 dan B12). Cukup 3x sehari 1-2 kaplet Asifit saja. Asifit, Menjaga Kasih Ibu di seluruh Indonesia.